Bisnis Jual Beli Tanah



Memilih investasi tanah, rumah, atau apartemen?
Saat kita ditawari untuk berinvestasi tanah, rumah, ataukah apartemen, bisa iadi sulit bagi kita untuk menentukan pilihan. Memang, menentukan jenis investasi bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu, kita perlu menganalisis terleblh dahulu masing-masing aset tersebut secara cermat.

Berbicara tentang investasi berarti kita berharap menerima tingkat pengembalian (return). Berhubung investasi properti sebagaimana investasi Iainnya, berisiko mengalami keuntungan sekallgus kerugian maka return juga berpeluang positif (untung) maupun negatif (rugi).
Return dihitung berdasarkan formula berikut: R = Income + Capital

Untuk membedakan mana yang berpotensi sebagai Income atau Capital, kita bisa melihat tabel berikut ini.

Selanjutnya, mari kita Iakukan analisis dari masing-masing aset tersebut.

~  Return cukup besar, yakni berasal dari kenaikan harga tanah per tahunnya.
~  Biaya perawatan Iebih rendah.
~  Relatif aman karena jarang terkena musibah atau berpindah tempat.
~  Sulit dijadikan sebagai income maupun jaminan utang.
~  Semakin luas ukurannya, sifatnya semakin tidak liquid karena tidak mudah mendapatkan pembeli.
~  Besarnya PBB lebih rendah.
Jual Beli Rumah
~  Return dapat dikatakan tldak terlalu besar jika dibandingkan tanah, namun tetap menjanjikan.
~  Biaya perawatan lebih besar.
~  Mudah terkena musibah.
~  Mudah dijadikan sebagai income karena bisa disewakan.
~  Lebih liquid daripada tanah karena orang lebih suka membeli rumah daripada tanah.
~  Lebih mudah dijadikan jaminan utang.
~  Mengalami penyusutan per tahun sehingga nilai ekonomisnya semakin berkurang. Besarnya penyusutan per tahun mencapai 10%.
~  Besar PBB Iebih tinggi karena adanya bangunan di atas tanah.
~  Bisa direnovasi sesuai keinginan.

Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Sebagai Investor Tanah?
lnvestasi tanah memang merupakan salah satu pllihan menarik dalam berinvestasi properti. Sebagaimana rumah, harga tanah juga cenderung mengalami kenaikan.
Hanya, investasi ini bersifat jangka paniang. Hal itu dikarenakan kenaikan harga tanah umumnya terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, kenaikan harga tanah tidaklah terlalu besar jika kita hanya berinvestasi selama satu hingga tiga tahun saja.
Kita baru akan mendapatkan kenaikan harga tanah yang signifiikan iika berinvestasi diatas sepuluh tahun.

Investasi tanah tidak bersifat liquid. Investasl ini tidak bisa segera dicairkan sebagaimana investasi keuangan. Jadi jika kita menghendaki return (tingkat pengembaliannya) hanya dalam satu hingga tiga tahun saia, sebaiknya tldak memilih investasi ini.
Satu yang menjadl alasan ialah untuk menjual kembali tanahtersebut, membutuhkan waktu yang relatif Iebih lama daripada rumah.


Sumber: 150 Tanya Jawab Tentang Properti(Lely Noormindhawati & Nur Eva)