Tips Membeli Rumah KPR



 Mungkinkah MenjalankanBisnis Properti Dengan Modal Minim?

Asumsi sebagian besar masyarakat bahwa bisnis properti adalah bisnis yang membutuhkan banyak modal.

Padahal asumsi itu tidak selamanya tepat. Bisnis property akan membutuhkan modal yang selangit jika kita belum mendalami seluk beluk bisnis ini. Sebaliknya, bisnis property sangat mungkin dijalankan meskipun dengan modal yang minim jika kita mengetahui bisnis ini secara mendalam.

Apabila modal yang klta mlliki ternyata belum cukup untuk membeli sebuah properti, bukan berarti kita tldak berpeluang menjalankan bisnis properti ini. Kita masih memiliki kesempatan untuk menjalankan bisnis itu.

Kekurangan modal bisa kita dapatkan dengan cara meminjam. Kita bisa mengajukan proposal kerja sama dengan pemodal. Di sinilah perlunya kernampuan untuk meyakinkan pemodal.
Kemampuan negosiasi yang baik akan membantu kita mendapatkan kepercayaan dari pemodal sehingga pemodal mau memberikan modalnya untuk Kita gunakan menjalankan bisnis properti.

Metode lain untuk menjalankan cara bisnis properti dengan modal minim adalah sistem Build, Operate, and Transfer (BOT) atau biasa disebut BOT Agreement. BOT Agreement merupakan perianjian antara dua belah pihak, pihak pemilik tanah dan pemodal.
Pihak pertama (pemilik tanah) menyerahkan tanah miliknya untuk didlrikan bangunan komersial di atasnya oleh pihak kedua (pemodal). Pihak kedua selanjutnya berhak mengelola bangunan komersial tersebut dalam kurun waktu operasional tertentu dengan memberikan fee ataupun tanpa memberikan fee kepada pihak pertama.

Setelah kurun waktu operasionalnya berakhlr, pihak kedua waiib mengembalikan tanah beserta bangunan komersial di atasnya daiam keadaan siap dan dapat dioperasionalkan kepada pihak pertama.
Unsur-unsur yang terdapat dalam sistem BOT Agreement mencakup:
~ Pemodal
~ Tanah
~ Bangunan komersial
~ Kurun waktu operasional
~ Penyerahan

Adapun objek yang tertuang dalam BOT Agreement di antaranya adalah sebagai berikut.

1.       Bidang usaha yang membutuhkan adanya suatu bangunan dan bangunan ini merupakan komponen utama dari usaha tersebut. Bangunan ini selanjutnya disebut bangunan komersial.
2.       Bangunan komersial dapat dioperasikan dalam kurun waktu lama dengan tuiuan untuk:
- Pembangunan properti, seperti hotel, pertokoan, apartemen, rumah kos, dan masih
banyak Iagi. , .
- Pembangunan sarana umum, seperti jalan tol, sarana telekomunikasi, pembangkit listrik, dan lainnya.
- Pembangunan sarana produksi, seperti pembangunan pabrik.

BOT Agreement dapat dilangsungkan jika telah memenuhi kondisi berikut ini.
·         Ada pemilik tanah yang ingin membangun bangunan komersial di atasnya, namun tidak memiliki modal. Kemudian ada pemodal yang bersedia memberikan modalnya untuk membiayai pembangunan tersebut.

·         Ada pemodal yang lngin mendirikan bangunan komersial, tetapi tidak memiliki tanah yang sesuai untuk mendirlkan bangunan tersebut. Kemudian ada pemilik tanah yang bersedla memberikan tanahnya untuk didirikan bangunan komersial di atasnya.

·         Pemodal mendlrlkan bangunan komersial di atas tanah milik pihak lain. Setelah proses pembangunan selesai maka pemodal mengoperasionalkannya dalam kurun waktu tertentu. Selama kurun waktu operasional tersebut, pemilik tanah berhak mendapatkan sejumlah fee sesuai kesepakatan.

·         Apabila kurun waktu operasional telah berakhir maka pemodal wajib mengembalikan tanah beserta bangunan komersial di atasnya kepada pemilik tanah.

Salah satu aplikasi dari sistem BOT lnl adalah dengan mendirikan kamar kos pada sebidang tanah milik pihak lain yang letaknya strategis. Untuk mendapatkan modal pembangunan rumah kos ini, kita tidak harus mengeluarkan modal sendiri.

Kita bisa mengajukan proposal kepada pemodal. Setelah modal kita dapatkan, proses pembangunan beberapa petak kamar kos bisa dimulai. Kemudian keuntungan diambll darl hasil sewanya.
Selama berlakunya kurun waktu operasional ini, kita tidak perlu membayar sewa tanah kepada pemilik tanah karena pemlllk tanah akan mendapatkan fee pada saat waktu operasional berakhir.

Misalnya waktu operasional berlaku selama enam tahun maka pada akhir tahun keenam, pemilik tanah berhak mendapatkan fee berupa bangunan kamar kos tadi. Sementara itu, pemodal mendapatkan hak sewa selama enam tahun tersebut yang besarnya sesuai dengan kesepakatan.

Pembangunan kamar kos membutuhkan modal yang relatif kecil karena temboknya saling menyambung. Dari pembangunan dua kamar, kita dapat memperoleh satu kamar tambahan dengan hanya mengeluarkan sedikit biaya. Ini yang menjadi keuntungan tambahan bagi kita.


Sumber: 150 Tanya Jawab Tentang Properti(Lely Noormindhawati & Nur Eva)