CARA MENJADI DEVELOPER



CARA MENJADI DEVELOPER: Teknik Negosiasi Dalam Bisnis Properti

Dalam bisnis properti, tawar menawar harga antara developer atau broker properti dengan calon konsumen adalah suatu kelaziman. Begltu pula dengan plhak lain yang terlibat dalam bisnis ini, mulai dari pemodal, supplier, kontraktor, dan lainnya.
Tawar menawar keuntungan dan saling bernegosiasi dalam sebuah bisnis memang hal yang biasa terjadi. Di sinilah pentingnya teknik negosiasi dikuasai oleh para pebisnis.

Sejauh mana peran negosiasi dalam memulai bisnis properti?

Kemampuan apa yang diperlukan untuk Cara Menjadi Developer? Negosiasi skill. Bagaimana pula cara memenangkan negosiasi? Semua pertanyaan seputar negosiasi akan kita urai pada Tanya jawab berikut ini.

1. Apa yang dimaksud dengan Negosiasi Skill?

Negosiasi skill sebenarnya merupakan cara untuk menetapkan keputusan yang bisa diterima dan disepakati oleh kedua belah pihak, hingga keduanya saling menyetujui tentang tindakan yang akan mereka lakukan pada masa yang akan datang.

Negosiasi terjadi jika salah satu pihak mengharapkan sesuatu dari pihak lain, namun ia tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkannya tanpa adanya persetujuan dari pihak lain. Negosiasi umumnya dilakukan dalam rangka menyelesaikan permasalahan maupun saat tawar menawar keuntungan antara pihak-pihak yang terlibat.

2. Apa yang menjadi syarat terjadinya Negosiasi?

Negosiasi akan terjadi jika memenuhi dua syarat berikut ini.
~ Terdapat dua pihak yang memiliki perbedaan kepentingan.
~ Masing-masing pihak mempunyai daya tawar yang bagus untuk mewujudkan kepentingannya.

3. Apakah tujuan dari Negosiasi Skill?
Negosiasi memiliki sejumlah tujuan penting, seperti uraian berikut ini.
~ Tujuan agresif
Bertujuan mendapatkan keuntungan dari kerugian di pihak Iawan.
~ Tujuan kompetitif
Bertujuan untuk mendapatkan sesuatu yang Iebih darl pihak Iawan.

~ Tujuan kooperatif
Bertujuan mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan.
~ Tujuan pemusatan diri
Bertujuan mendapatkan keuntungan tanpa memperdulikan penerimaan pihak Iain.
~ Tujuan defensif
Bertujuan mendapatkan hasil dengan cara menghindari hal-hal yang negatif.
~ Tujuan kombinasi
Merupakan kombinasi dari beberapa tujuan sebelumnya.

4. Apa sajakah Iangkah-langkah yang dlperlukan dalam negosiasi?

Berikut ini Iangkah-Iangkah yang diperlukan dalam suatu negosiasi.
- Tahap persiapan
Tahap persiapan yang perlu dilakukan sebelum negosiasi dilaksanakan antara Iain meliputi:
- Mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pihak terlibat dalam negosiasi, misalnya perilaku, latar belakang, kondisi, dan Iainnya.
- Menetapkan target dan tujuan yang ingin dicapai dalam negosiasi.
- Persiapan mental.
- Mengidentiflkasi bargaining range.

Adapun yang dimaksud dengan bargaining range adalah range saat kedua belah pihak diprediksi akan mencapal kesepakatan. Strategi yang diterapkan di sini antara lain:
a) Berapa jatah maksimum yang bisa mereka ajukan.
b) Berapa jatah maksimum yang bisa mereka berikan.
c) Berapa jatah minimum yang bisa mereka tawarkan.
d) Berapa jatah minimum yang bisa mereka terima.
e) Berapa jatah maksimum yang bisa kita tawarkan.
f) Berapa jatah maksimum yang bisa kita berikan.
 g) Berapa jatah minimum yang bisa kita tawarkan.
h) Berapa jatah minimum yang bisa kita terima.

- Mengidentifikasi kepentingan.
Dalam mengidentiikasi kepentingan, berikut ini hal-hal yang periu diperhatikan.
a) Mencermati kepentingan pihak Iain, baik kepentingan yang nyata maupun
kepentingan yang melatar belakanginya, seperti rasa keadilan, reputasi, dan lainnya.
b) Kepentingan bersifat subyektif.
c) Kepentingan bisa berubah kapan saja, baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

Tahap Pelaksanaan Negosiasi Skill

Berikut ini tahap pelaksanaan dalam negosiasi.
- Pembukaan
Saat mengawali negosiasi, yang kita butuhkan adalah ketenangan, rasa percaya diri, dan kejelasan dari target serta tujuan yang ingin klta capai dalam negosiasi. Sikap yang sebaiknya kita tumbuhkan dalam mengawali negosiasi antara Iain pleasant (menyenangkan), assertive (tegas), dan firm (teguh dalam pendirian).
Dalam pembicaraan awal bernegosiasi, kita bisa mengawalinya dengan membangun common ground, yakni kesamaan antara kedua belah pihak dan kesamaan ini dapat dijadikan landasan untuk membangun kepercayaan.

- Proses negosiasi berlangsung

Diawali dengan menyampaikan tuntutan atau keinginan kita. Dalam hal ini, ada sejumlah aspek yang perlu kita perhatikan, di antaranya sebagai berikut.
a) Sampaikan poin-poln penting dari tuntutan atau keinginan kita secara singkat, jelas, dan percaya diri.
b) Tunjukkan bahwa pihak kita ingin mencapai kesepakatan dengan pihak mereka.
c) Berikan kesempatan untuk melakukan tawar-menawar.
d) Jelaskan kompensasi apa yang harus mereka berikan atas apa yang kita berikan kepada mereka.
e) Mendengarkan dengan efektif untuk mengetahui secara detail apa yang menjadi tuntutan atau tawaran mereka. Mendengarkan dengan efektif membutuhkan konsentrasi ekstra, mulai dari memperhatikan kontak mata, bahasa tubuh, maupun ekspresi wajah.

- Zona tawar menawar
Zona tawar menawar merupakan suatu ruang yang dibatasi oleh harga penawaran dari penjual dan tawaran awal dari pembeli.

- Kesepakatan
Kesepakatan yang dicapai hendaknya win-win solution, yakni memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Oleh karena itu, kesepakatan hendaknya dibangun dari keinginan kedua belah pihak yang bernegosiasi sehingga keduanya bisa mendapatkan satu titik temu.

Dengan demikian, penting bagi kita untuk mengetahui sikap mereka sejak awal. Apakah mereka menunjukkan indikasi untuk mencapai kesepakatan ataukah tidak. Hal ini bisa diindikasikan dari sikap yang ditunjukkan oleh kontak mata, bahasa tubuh, maupun ekspresi wajah.
Sumber: 150 Tanya Jawab Tentang Properti(Lely Noormindhawati & Nur Eva)