#1. Tanpa uang bukan berarti memakai uang
orangtua atau mertua.
Masih ingat dengan keinginan diri kita? Kita pingin bertambah tua bertambah wibawa.
Bukannya tambah tua malah tambah mengandalkan orang tua maupun mertua. Maka
Saya menginginkan Anda bisa membeli beberapa properti secara mandiri.
#2. Tanpa uang bukan berarti karena menikah
dengan orang kaya.
Tentu tidak salah menikah dengan orang kaya.
Tentu tidak salah menikah dengan orang kaya.
Na-mun, sayangnya, di zaman semodern
seperti sekarang ini, justru masih kebanyakan orang yang mempunyai cara berpikir bahwa tanpa harus
repot-repot mandiri dan cukup me-nikahi orang kaya, segala sesuatunya akan
menjadi beres, termasuk kebutuhan untuk membeli beberapa properti.
Sudah terlalu sering mendengar banyak cerita dimana suami tega mendepak istrinya atau istri yang mendepak suaminya sendiri.Bahkan ada juga kasus mer-tua menendang menantu laki-lakinya karena ber-anggapan, "Pria kok nunut wanita." Bila pasangan kita cukup kaya, maka kita harus bersyukur. Namun demikian, Anda harus tetap punya kemampuan mandiri.
#3. Tanpa uang bukan berarti memakai uang "bapak kedua" alias bank.
"Pak Cip, saya bisa membeli properti tanpa uang* Wah, hebat! Coba saya tes, kenapa kok bisa tanpa mengeluarkan uang.
"Lah iyalah, Pak Cipto, sebabnya saya
ngehutang:' Ini namanya bukan tanpa uang karena ujung-ujungnya Anda sendiri
mengeluarkan banyak uang. Masalahnya akan lebih berat jika ternyata kemampuan
bayar Anda tidak mencukupi.
Tetapi Anda kemudian"menggoreng"rekening agar permo-honan KPR Anda disetujui oleh bank."Menggoreng" rekening artinya Anda secara sengaja menipu bank dengan mengeluar-masukkan dana sede-mikian rupa sehingga putaran uang di rekening Anda tampak kelihatan bagus.
Maka
andai saja cara ini membuahkan hasil dan membuat dana pinjaman KPR Anda bisa
dicairkan, kemungkinan pihak bank akan menutup mata asalkan pembayaran Anda
lancar. Namun, jika utang Anda macet dan masuk da-lam kategori non performing
loan (NPL), perkara goodwill (niat baik) yang diatur dalam hukum per-bankan
bisa menjerat Anda.
Selain dari hutang Anda yang tidak bisa di take-over oleh bank lain, agunan Anda (properti yang Anda beli) akan dilego pada tingkat liquidation value (harga jual cepat), bukan pada tingkat market value (harga sesuai pasar).
Maka akibatnya diri Anda tetap akan dikejar
untuk melunasi sisa hutang yang masih tertunggak. Sehingga ini artinya sama
dengan Anda menggalikan liyang kuburan untuk diri Anda sendiri. Dengan cara
ini, Anda tidak mungkin menjadi orangtua yang semakin tua semakin berwibawa.
Nah, oleh karena itu, bukan "tanpa
uang" dalam arti seperti inilah yang akan saya (Pak Cipto) ajarkan untuk
keinginan Anda. Dan Saya menginginkan Anda tetap membeli properti tanpa uang, membeli properti tanpa utang, dan
membayarnya secara kontan.
#4. Tanpa uang merupakan cara cerdas.
Tanpa uang adalah cara yang justru dilakukan oleh mereka yang tergolong orang superkaya (super rich) tingkat dunia. Inilah cara cerdas (smart way). Jadi, kalau Anda tidak menjalankan (smart way) simpulkan sendiri “... way” yang Anda lakukan. Semua arti atau batasan di atas barulah yang sifatnya mendasar. Selanjutnya saya akan mengajak Anda memahami dari pengertian lebih lanjut membeli bisnis properti tanpa uang supaya anda memperoleh gambaran yang konkrit dalam mempraktekkannya.
Tanpa uang adalah cara yang justru dilakukan oleh mereka yang tergolong orang superkaya (super rich) tingkat dunia. Inilah cara cerdas (smart way). Jadi, kalau Anda tidak menjalankan (smart way) simpulkan sendiri “... way” yang Anda lakukan. Semua arti atau batasan di atas barulah yang sifatnya mendasar. Selanjutnya saya akan mengajak Anda memahami dari pengertian lebih lanjut membeli bisnis properti tanpa uang supaya anda memperoleh gambaran yang konkrit dalam mempraktekkannya.
Sumber: Cipto
Junaedy (Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR)

