Memulai Investasi Properti : APAKAH ANDA SUDAH PUNYA BANYAK PROPERTI MINIMAL SEJUMLAH ANAK ANDA?




Mengapa Anda sebaiknya mulai investasi properti sejak dini, berikut pertimbangannya.

TES #1 : JUMLAH PROPERTI VS JUMLAH ANAK

Katakanlah Anda sudah berkeluarga, coba jawab pertanyaan ini:
- Jika Anda punya dua anak, seharusnya berapa jumlah minimal rumah atau properti Anda?
- Jika tiga anak, minimal berapa?
Kebanyakan dari Anda mungkin bilang, ”Apa pertanyaan itu tidak salah? Bukankah biasanya yang ditanyakan adalah berapa minimal jumlah kamar yang harus kita punya untuk anak-anak kita?"
Tidak, tidak salah. Pertanyaan saya memang itu. Coba jawab dua pertanyaan saya di atas. Apa jawaban Anda?

Terus terang, saya hampir tidak pernah menjumpai orang yang menjawabnya dengan yakin dan tegas. Dalam setiap seminar yang saya adakan, kebanyakan peserta terdiam begitu mendengar pertanyaan tersebut.
 Kalaupun ada yang menjawab, mereka tampak ragu-ragu. Dengan suara lirih, ada yang mengatakan satu, tetapi juga ada yang menyebut dua.
Kalau Anda menjawab seperti mereka, maaf, dengan amat menyesal saya harus katakan bahwa Anda TIDAK LULUS TES DAN SALAH BESAR. Lho, kok bisa? Lalu, seharusnya berapa?

- Jika Anda punya DUA anak, Anda seharusnya punya minimal TIGA properti.
- Jika punya TIGA anak, seharusnya EMPAT.
- Begitu seterusnya.
Nah, pertanyaannya, apakah jumlah rumah atau properti Anda sudah sebanyak itu?
Mengapa hal ini penting? Fakta menunjukkan, banyak orangtua yang tidak menyiapkan dirinya dengan baik. Jangankan punya banyak properti, kebanyakan dari mereka hanya punya satu properti, bahkan belum sama sekali. Ironis, bukan?
Menurut saya, orangtua yang hanya punya satu properti adalah orang egois. Sebab, mereka hanya memenuhi kebutuhan diri mereka saja.
Kebutuhan properti anak-anak mereka belum atau bahkan tidak mereka pikirkan. Saya yakin, Anda tidak ingin disebut egois, bukan? Itu jelas sebutan yang tidak mengenakkan.

Lalu, kira-kira apa yang mungkin terjadi jika Anda hanya punya satu properti sementara jumlah anak Anda lebih dari satu? Nah, ini yang lebih tragis.
Anda pasti sering mendengar kasus perebutan warisan. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi pada anak-anak Anda. Harta Anda yang tidak terlalu banyak itu mungkin saja menjadi bahan rebutan. Anda tidak mau seperti itu, bukan?

Nah, saat ini di mana posisi Anda?

- Apakah Masih tinggal bersama dirumah mertua atau orangtua?
- Sudah punya rumah sendiri, tetapi masih menyicil hingga bertahun-tahun?
- Sejak awal tenang-tenang saja dan tidak berbuat sesuatu, tetapi akhirnya malu sendiri?

Jika Anda menjawab ya untuk pertanyaan pertama, itu berarti Anda belum berwibawa, Untuk urusan properti yang notabene adalah kebutuhan pokok keluarga Anda, dan Anda masih mengandalkan orangtua/mertua. Bagaimana menurut Anda? Tidak berwibawa, bukan?
Lalu, jika posisi yang kedua terjadi pada diri Anda, maka Anda juga sama tidak berwibawanya.

Kebanyakan orang memang mengambil kredit rumah KPR selama 10 hingga 15 tahun untuk membeli rumah. Namun, cara ini tetap tidak akan membuat Anda bisa memiliki banyak properti. Cicilan rumah Anda bak "lingkaran asap"  yang bisa menyesakkan hidup Anda, membuat Anda tidak sempat membeli properti untuk anak-anak Anda. Sementara Anda tidur, bunga kredit terus berjalan.

Cara sebaliknya, yakni menabung, juga bukan solusi yang memadai. Faktanya mereka yang punya gaji dan jabatan tinggi pun belum pasti mampu membeli banyak properti. Tabungan mereka tidak bisa diandalkan untuk mengejar harga properti yang terus melambung. Lagi-lagi, kedua cara ini bukan solusi.
Nah, bagaimana jika Anda di posisi ketiga? Wah, ini parah sekali. Anda rupanya tipe orang yang hanya ”mengalir" atau “menerima saja” maka di akhir kehidupan Anda akan merasa malu dan juga menyesal.
Lalu, bagaimana seharusnya? Inilah yang selalu saya ulang-ulang ketika saya mengadakan seminar: TAMBAH TUA TAMBAH BERWIBAWA. BUKAN TAMBAH TUA TAMBAH UTANG. BUKAN TAMBAH TUA TAMBAH MALU PADA ANAK-ANAK. Oleh karena itu, SEDIAKAN BANYAK PROPERTI SECARA KONTAN TANPA UTANG SEBELUM ANAK LAHIR.

 Sumber: Cipto Junaedy (Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR)