Membeli Properti Tanpa Uang: STRATEGI#2



Kalaupun tidak sampai Rp 2 miliar yang penting jangan sampai separah mereka yang mau menerima uang sewa spot (untuk membayar properti) Rp 15 juta.
Dalam dunia praktik, Anda memang sangat mungkin mendapatkan pembayaran sewa di bawah 13 persen. Ada dua kemungkinan mengapa hal ini bisa terjadi. Kemungkinan yang pertama, Anda kalah cerdik dibandingkan dengan perusahaan billboard yang memang cenderung berusaha menekan biaya sewa serendah-rendahnya.

Mendengar tawaran yang rendah dari mereka, Anda mungkin segera menutup telepon dengan kecewa. Kemungkinan yang kedua, Iokasi properti Anda tidak strategis untuk dijadikan titik  pemasangan billboard.
Kejadian semacam ini tentu akan mengakibatkan angsuran Anda menjadi tidak aman atau tidak terpatahkan. Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal itu, Anda harus mengetahui dua kata kunci dalam mengunci risiko, yaitu:

1.       SURAT PENAWARAN KOMPETISI.

Katakanlah Anda mengirimkan Surat penawaran sewa spot sebesar Rp 170 juta per tahun (ingat, angsuran bunga yang harus Anda patahkan adalah Rp 130 juta) kepada perusahaan billboard. Anda juga mengirimkan foto lokasinya.

Sampai di sini, surat Anda hanyalah sesuatu yang biasa. Surat Anda kepada perusahaan billboard A, misalnya, akan menjadi sangat Iuar biasa kekuatannya kalau di dalamnya Anda mengatakan bahwa Anda dalam waktu yang bersamaan juga mengirimkan surat penawaran serupa kepada perusahaan billboard B, C, D, dan E. Tidak cukup itu, Anda juga perlu menyampaikan,

”Saya sungguh menghargai jika perusahaan Anda memberi jawaban atas penawaran ini sebelum tanggal...”
Dengan surat semacam itu, Anda dapat memanfaatkan situasi kompetisi antar perusahaan billboard. Hampir bisa dipastikan mereka akan “saling panas”. Namun, kalaupun mereka terkesan tidak begitu, dengan cara yang sama, Anda bisa mengirimkan seri Surat penawaran kompetisi yang serupa kepada perusahaan user, seperti perusahaan telekomunikasi, snack, otomotif, rokok, dan sebagainya, dalam waktu yang bersamaan pula.

Yang penting untuk Anda perhatikan adalah bahwa perusahaan yang Anda “adu” dalam satu seri surat haruslah sejenis, jangan Iintas industri. Hal ini akan membantu Anda untuk menciptakan situasi kompetisi yang panas.
Situasi kompetisi yang panas ini sesungguhnya sangat nyata di sekitar kita. Untuk bisa memahaminya, cobalah Anda bangun sedikit Iebih pagi.

Disaat itu, Anda akan menjumpai karyawan dari perusahaan outsourcing yang dipakai oleh perusahaan produsen, misalnya perusahaan rokok A, untuk memasang poster iklan di tembok-tembok "liar" kota. Baru satu hari tertempel, poster itu sering kali sudah ditimpa oleh poster perusahaan rokok Iain.
Melihat hal itu, orang dari perusahaan rokok A didalam hati sudah pasti akan mengatakan, “Wah si rokok B Kurang ajar banget. Poster iklan perusahaanku ditutupi oleh posternya”. Pada hari itu juga, dia tentu akan memerintahkan perusahaan outsourcing untuk "membalas" tindakan perusahaan rokok B dengan melakukan hal yang sama.

Situasi kompetisi seperti ini jugalah yang perlu Anda manfaatkan dalam membuat surat penawaran kompetisi. Karena mereka tidak mau didahului oleh kompetitor mereka, Anda sangat berpeluang mendapatkan pembayaran sewa spot sesuai dengan harga yang Anda harapkan untuk mengamankan angsuran bunga Anda.
       

2.       WINDSHIELD.


lni adalah nama lain dari kaca depan mobil. Dengan berpegang pada kata kunci ini, Anda dapat memastikan bahwa properti yang akan Anda caplok berada di tempat yang benar-benar strategis untuk pemasangan billboard.
Windshield ini bisa diibaratkan layar datar televisi ukuran 50 inch. Anda jangan menoleh ke jendela kiri atau kanan, tetapi cukup melihat ke depan menembus windshield. Semakin tampak berada di tengah windshield, spot di properti yang akan Anda caplok semakin mahal harga sewanya.
Sudah barang tentu billboard nantinya tidak akan dipasang di tengah jalan, tetapi kondisi jalan membuatnya sedemikian rupa serasa berada di tengah jalan.

Lokasi dan kondisi seperti ini tentu sangat disukai oleh perusahaan billboard atau perusahaan user. Sebab, iklan yang dipasang di billboard di spot itu akan terlihat mencolok dan langsung tertangkap oleh pandangan mata. Dengan demikian. Iagi-Iagi, Anda pun berpeluang sangat besar untuk mendapatkan pembayaran sewa spot sesuai dengan harga yang Anda harapkan untuk mengamankan angsuran bunga Anda.

"Pak Cip, masalah angsuran bunga sekarang memang sudah bisa dipatahkan. Lalu, bagaimana cara mematahkan sisanya, yaitu angsuran pokok sebesar 4 persen?"
Atas pertanyaan ini, saya biasanya pertama-tama menjawab, "Ya, game over? Artinya, bayar saja yang 4 persen tersebut. "Tapi, menurut Pak Cipto, khan bisa dilakukan tanpa uang”.
Benar, saya menjawab seperti itu sesungguhnya hanya untuk mengingatkan bahwa kemauan kita besar, maka kita jangan berpikir Iugu atau naif. Tidak ada satu pun kemauan besar, termasuk membeli properti, yang bisa tiba-tiba "cling" Iangsung terwujud. Semua ada prosesnya.

Nah, apakah Anda ingin melanjutkan prosesnya? Ayo kita pelajari langkah berikut ini.
Tadi yang disewakan sudah seluruh properti atau baru spot-nya saja? Baru spot-nya saja, bukan? Kalau begitu, apakah kita boleh bermain catur seharian di properti itu? Tentu saja boleh. Namun, tentu properti itu sebaiknya dimanfaatkan untuk sesuatu yang berharga.

Katakanlah properti itu adalah ruko tiga Iantai, maka sebaiknya dipergunakan untuk apa? Mungkin banyak dari Anda yang menjawab,'Untuk bisnis”. Jelas jawaban yang salah. lngat pantangan pertama yang saya sampaikan di Bab 2, yaitu JANGAN MEMBAYAR PROPERTI DARI HASIL BISNIS SENDIRI.

Saya tentu tidak melarang Anda untuk berbisnis. Namun,jika Anda mengandalkan hasil bisnis untuk membayar properti, itu berarti Anda tidak mengunci risiko.
Anggap saja pada suatu waktu Anda bisa mendapatkan Iaba 200 persen, dan karenanya Anda bisa membayar angsuran I7 persen. Ini namanya dunia tersenyum dan burung berkicau. Namun, masalahnya, bagaimana kalau burung itu tertembak? Habislah Anda.
Oleh karena itu, Anda harus menyadari bahwa bisnis bisa naik, tetapi juga bisa turun. tidak perlu banyak-banyak, menjaga agar Anda selalu dapat menutup angsuran 17 persen saja tentu sudah sangat sulit.
Sekarang mari kita perbaiki hal itu, dan saya akan mengajukan pertanyaan yang sama Iagi: Menurut Anda, properti itu dipakai untuk apa? "Disewakan, Pak!' Benar.
Pada bab sebelumnya, saya sudah mengatakan bahwa nilai sewa bisa mencapai 3-4 persen untuk properti residensial dan 5-7 persen untuk properti komersial. Nah,katakanlah nilai sewanya bisa mencapai 7 persen.
"Sebentar, Pak Cip. Di bab sebelumnya, Pak Cip kan mengatakan bahwa membayar properti dari hasil sewa juga termasuk pantangan?"

Saya mengatakan bahwa yang menjadi pantangan adalah membayar properti dari hasil sewa SAJA. Sedangkan, dalam kasus ini, kita mendapatkan hasil dari dua sumber, yaitu dari penyewaan spot dan ruko, Dengan demikian, Anda sudah bisa mematahkan 13 persen + 7 persen 1 20 persen.
Padahal, angsuran yang harus Anda patahkan (bunga dan pokok) hanya 17 persen. Inilah yang saya sebut membeli properti tanpa keluar dan malah dapat uang. Selisih 3 persen itu benar-benar merupakan uang Iebih, bukan tambahan utang.

Sumber: Cipto Junaedy (Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR)