Pengertian Bisnis properti
Properti merupakan harta yang meliputi
tanah, bangunan, serta sarana dan prasarana yang tidak terpisahkan dari tanah maupun bangunan tersebut.
Pertimbangan memilih Investasi properti
lnvestasi properti adalah salah satu jenis
investasi yang banyak menarik minat investor. Hal tersebut tentu blsa dimaklumi
mengingat selama ini harga properti cenderung mengalami kenaikan dari
waktu ke waktu.
Selain Itu, sejumlah pertimbangan lainny
mengapa para investor sangat berminat berinvestasi properti di antaranya adalah
sebagai berikut.
~
Tingkat risiko rendah
Risiko Investasi properti memiliki tingkat yang lebih rendah jika dibandingkan dengan investasl
lainnya. Hal itu
dikarenakan trend harga properti cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.
Harga properti umumnya baru akan
jatuh saat kondisi perekonomian benar-benar sedang carut-marut.
Dengan demikian,
investasi properti memiliki tingkat keamanan yang Iebih terjamin.
~ Pengalaman
dan keahlian
Investasi properti tidak
harus dijalankan oleh mereka yang memiliki banyak pengalaman dan keahlian di bidang
ini. Para pemula pun bisa menekuni investasi ini dan bahkan tetap berpeluang
mendapatkan keuntungan selama mereka mau belalar tentang seluk-beluk investasi
properti.
~ Perlindungan terhadap inflasi
Harga properti umumnya
mengikuti tingkat inflasi, bahkan jauh Iebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat
inflasi. Dengan demikian, investasi properti mampu melindungi aset kita dari
pengaruh inflasi.
~ Tidak bersifat liquid
Sifat Inilah yang membuat
investasi properti mampu menjauhkan kita dari berbagai kerugian finansial.
~ Kebutuhan banyak orang
Properti selalu
dibutuhkan banyak orang, baik sebagal tempat tinggal, bisnis, maupun beragam aktivitas
lainnya. Apalagi jumlah penduduk Indonesia semakin hari kian bertambah.
Meningkatnya jumlah penduduk akan diiringi dengan meningkatnya permintaan
terhadap properti itu sendiri.
Tujuan dari Investasi Properti
Tujuan dari berinvestasi
properti ada dua, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka
pendek bersifat short term investment (investasi jangka pendek).
Seseorang yang melakukan
investasi jangka pendek maka ia berinvestasi dalam rangka untuk menjualnya
kembali.
Misalnya, rumah dijual kembali, maupun tanah,
ruko, atau bangunan Iainnya untuk kemudian dijual kembali kepada pihak yang Iain.
Sementara itu, tujuan
jangka panjang ialah investasinya yang bersifat long term investment (investasi
jangka panjang).
Investasi ini bertujuan
untuk memiliki dan kemudian menyewakannya properti tersebut. Misalnya vila,
hotel, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan lain-Iain.
Sumber: Buku 150 Tanya Jawab
Tentang Properti