Suku Bunga KPR



Pengertian Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Kredit Pemilikan Rumah merupakan fasilitas kredit pembelian rumah yang ditawarkan bank maupun instansi keuangan Iainnya. Program KPR berlaku untuk pembelian rumah baru maupun bekas.
Dalam program ini, rumah yang kita beli akan dijadikan sebagai jaminan utang. Walhasil jika teriadi kredit macet maka pihak bank atau instansi keuangan yang memberikan KPR berhak menyita rumah yang kita beli tersebut.

Metode pembayaran KPR

Yaitu dengan menyetorkan uang muka terlebih dahulu, kemudian sisa utangnya dicicil per bulan. Besarnya uang muka yang ditetapkan bank biasanya sebesar 20%-30% dari harga rumah.
Namun, ada juga bank yang menetapkan uang muka hanya sebesar 10% dari harga rumah. Semakin besar uang muka yang kita berikan maka semakin sedikit pula cicilan utang dan bunga yang harus kita bayarkan.

Kurun vvaktu pelunasan KPR biasanya berlaku antara 1 hingga 20 tahun. Semakin paniang kurun waktu pelunasan yang diambil maka semakin kecil pula cicilan utang per bulannya. Namun, total bunga yang harus dibayarkan akan semakin besar karena jangka pelunasannya yang lama.
Sebaliknya, semakin pendek waktu pelunasan yang diambil maka semakin besar pula cicilan utang per bulannya. Sementara itu, bunga yang harus dibayarkan akan semakin sedikit karena jangka pelunasannya lebih pendek.

Program KPR sebenarnya serupa dengan pinjaman Iain yang dltawarkan bank, yakni sama-sama menyertakan bunga. Besarnya bunga ini bervariasi, antara 9 hingga 12% per tahunnya.

Suku bunga KPR ini ada dua jenis, sistem fixed/flat (tetap) dan sistem floating (mengambang). Dalam sistem fixed, jumlah bunga yang harus dlbayarkan besarnya tetap hlngga berakhirnya batas waktu perjanjian.

Meskipun demikian, pihak bank biasanya mematok suku bunga yang lebih tlnggi.
Adapun sistem floating, besarnya cicilan bunga berubah-ubah, bisa lebih kecil atau bahkan Iebih besar dari tahun pertama pembayaran. Dalam sistem ini kemungkinan besar bank akan memberikan suku bunga yang rendah.

Namun, bisa jadi hal tersebut hanya berlaku pada tahun pertama saja, kemudian berubah pada tahunitahun berikutnya.
Apabila kita menghitung secara cermat, mengambil program KPR ternyata ada kelebihan sekaligus kekurangannya. Kelebihan KPR antara lain sebagai berikut:
~ Tidak harus memiliki uang tunai
Kita cukup menyiapkan uang muka yang disyaratkan, selaniutnya sisa utang akan kita cicil per bulannya.
~ Rumah bisa langsung ditempati
Meskipun kita hanya membayarkan uang muka saja, namun rumah yang kita beli bisa Iangsung dltempati.
~ Fasilitas tersedia
Fasilitas seperti air bersih, listrik, keamanan, pembuangan sampah, dan Iainnya biasanya sudah tersedia jika kita mengambil program KPR.

Adapun kekurangan KPR, antara Iain adalah sebagai berikut.
° Bunga Bank
Besarnya bunga bank tergantung dari sistem yang dipakai, fxed atau floating. Beban bunga ini akan membuat harga rumah menjadi berlipat ganda.
Semakin panjang kurun waktu pelunasan, semakin besar pula beban bunga yang harus dibayarkan. Jika dihitung secara cermat, sistem bunga tersebut sebenarnya hanya menguntungkan pihak bank atau instansi keuangan yang memberlkan KPR.
Sementara itu, bagi peminjam KPR biaya pelunasan utang tanpa terasa akan membumbung tinggi jika dibandingkan dengan harga tunainya.

° Kurun waktu pelunasan Lama
KPR yang berlaku di Indonesia kurun waktunya cukup Iarna. Ada yang 10 tahun hingga 20 tahun. Bahkan ada pula yang memberikan tenggat waktu hingga 30 tahun. Dengan demlkian, dalam kurun waktu selama itulah kita harus terbebani cicilan utang setiap bulannya.

Masing-masing bank memang memiliki kebijakan yang berbeda mengenal hal tersebut. Ada bank yang membolehkan peminjam melunasi seluruh utangnya sebelum jatuh tempo tanpa dikenai penalti.
Namun, ada juga bank yang menjatuhkan penalti jika peminjam melunasi hutangnya sebelum iatuh tempo.

° Kredit macet
Ancaman kredit macet bisa teriadi kapan saja. Hal itu dikarenakan kondisi perekonomian ke depannya tidak bisa kita prediksi.

° Developer property nakal
Apabila secara kebetulan kita bertemu dengan developer yang nakal, bisa jadi dokumen dan sertifikat rumah tidak mereka berikan meskipun cicilan utang sudah kita lunasi.

Menimbang poin-poin tersebut, program KPR sebenarnya bukan solusi 'final’ agar kita bisa memiliki rumah tinggal yang Iayak. Apalagi adanya penerapan sistem bunga yang sebenarnya cukup memberatkan pihak peminjam.

Alternatif lain untuk menghindari sistem bunga tersebut sebenarnya masih ada sehingga kita tetap berkesempatan memiliki rumah tinggal yang Iayak tanpa harus terjebak bunga bank. Caranya, yakni dengan membangun rumah sendiri.

Memang membangun rumah sendlrl membutuhkan uang tunai. Artinya, kita harus memiliki uang senilai biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Lalu, dari mana kita mendapatkan dana sebanyak itu? Bukankah ujung-ujungnya kita juga akan mencari pinjaman ke bank dan dikenai bunga? Sebenarnya masalah ini bisa diantisipasi.

Untuk memecahkan beban ini, masih ada kesempatan bagi Kita untuk mengumpulkan modal tanpa batas dan tanpa harus berurusan dengan bank sehingga pastinya juga bebas bunga. Baca lebih Ianjut mengenai cara membeli propertitanpa uang.


Sumber: 150 Tanya Jawab Tentang Properti(Lely Noormindhawati & Nur Eva)