PANTANGAN#2: JANGAN MEMBAYAR PROPERTI DARI HASIL SEWA SAJA
Bagaimana
Anda akan membayar rumah kredit dengan cara yang aman..
Penjelasan tentang
perlunya mengunci risiko di atas tidak hanya berlaku untuk para pelaku bisnis.
“Itu berarti juga berlaku untuk saya yang bekerja sebagai pegawai, ya
Pak?" Benar, karena kalaupun Anda tidak terkena risiko PHK, gaji Anda
tidak akan cukup untuk membeli banyak properti secara kontan, tanpa utang.
Bahkan, sekalipun telah
bekerja selama sepuluh tahun, Anda tetap tidak bisa membeli 10 properti. Untuk
tes cepatnya, jika hasil dari bisnis atau gaji Anda dipakai untuk membayar
properti, itu berarti uang Anda adalah uang hilang. lni jelas salah.
Sebaliknya,jika tidak dipakai untuk membayar properti (karena propertinya sudahdibeli tanpa uang), hasil dari bisnis atau gaji
Anda adalah uang Iebih.
Inilah yang benar.
"Lho,
kenapa tidak boleh, Membayar properti
dari hasil sewa saja, Pak? ltu kan menguntungkan''.
Saya tidak melarang Anda menyewakan property Anda. Yang pantang untuk
dilakukan adalah menjadikan uang sevva sebagai satu-satunya sumber pembayaran properti Anda.
Sebab, hasilnya
tidak cukup. Anda jangan terjebak dengan cara berpikir mereka yang tinggal di Amerika.
Di negeri Paman Sam itu, nilai sewa properti Iebih besar daripada tingkat suku bunga KPR.
Sedangkan di
Indonesia, sebaliknya. Suku bunga bank untuk KPR di Indonesia
berkisar 12-14 persen per tahun. Ditambah dengan angsuran pokoknya, Anda harus
menyicil 15-17 persen per tahun. Sementara itu, persentase nilai
sewa berkisar 3-5 persen dari nilai properti untuk properti residensial atau
5-7 persen untuk properti komersial.
Jadi, hasil sewa sekecil itu tidak mungkin mematahkan angsuran 17 persen
per tahun, bukan? Dengan hitung-hitungan yang sejelas ini pun, masih banyakorang
yang salah berpikir bahwa angsuran dapat dibayar dari hasil menyewakan properti
kepada orang asing. Oleh karena itu, kita banyak membaca iklan baris di surat
kabar dengan tajuk ”RENT FOR FOREIGNER".
Kalaupun ada orang asing yang mau menyevva dengan harga tinggi, itu pun
belum cukup. Apalagi, bila telah berkenalan dengan orang di Indonesia, orang
asing itu akan tahu bahwa harga sewanya kemahalan.
Jadi, kesimpulannya, mengandalkan hasil sewa properti saja untuk membayar
properti Anda tidaklah memadai Anda belum mengunci risiko sepenuhnya.
Sumber: Cipto
Junaedy (Strategi Membeli Banyak Properti Tanpa Uang Tanpa KPR)